Skip to main content

Melawan saat Hendak Diperkosa Tuti Menunggu Hukuman Pancung, Ibunda Tuti: Saya Mau Sujud di Kakinya


JAKARTA - Masih ingatkah Anda dengan kisah Tuti?

Tuti Tursilawati adalah TKI asal Cikeusik, Tuti Berangkat ke Arab, pada 5 September 2010 dan bekerja di Kota Thaif, Provinsi Mekkah Barat.

Tuti divonis mati oleh pengadilan di Arab Saudi pada Juni 2011 dengan tuduhan membunuh majikannya.

Padahal pembunuhan itu tak disengaja lantaran Tuti membela diri dari upaya pemerkosaan majikannya.

Selama bekerja Tuti kerap mendapatkan pelecehan seksual.

Tuti melawan dan mendorong sang majikan, rupanya setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit majikan Tuti meninggal.

Tuti kemudian melarikan diri.

Namun, saat pelarian, Tuti malah diperkosa oleh sembilan orang Arab.

Tuti ditangkap oleh pihak kepolisian di Thaif Arab Saudi.

Namun, tak ada investigasi yang dilaporkan, telah terjadi perkosaan.

Segala daya dan upaya telah dilakukan Ibundanya Titi.

Ketua Umum Serikat Buruh Migran Indonesia yang mendampingi kasus itu sejak awal, pesimistis Tuti bisa dibebaskan dari vonis qisas atau pancung.

Pasalnya,  informasi dari Satgas TKI, keluarga korban tak bersedia menerima perwakilan Pemerintah Indonesia.

"Keluarga majikan adalah orang yang berpengaruh di Arab. Mereka otoriter sekali," kata Nismah saat jumpa pers di kompleks Gedung DPR, Jumat (11/11/2011).

Tujuh tahun berselang Ibunda Tuti kembali muncul dilayar kaca, Titi tidak jua menyerah memperjuangkan nasib anaknya, Rabu (28/3/2018).

Proses hukum yang telah selesai, membuat harapan Titi satu-satunya adalah memperoleh maaf dari keluarga korban.

"Proses hukum sudah selesai, satu-satunya harapan kami adalah anak keluarga dan kemudian mau memberikan maaf kepada Tuti," ujar Ketua Umum Serikat Buruh Migran Indonesia, Hariyanto.

Sambil berderai air mata Titi bercerita dan memohon kepada presiden untuk memberikannya kesempatan bertemu dengan anak majikan Tuti.

"Saya mohon bapak presiden saya pengin ketemu sama anak majikan yang bernama Munip Al Toibi, karena itu cuma satu-satunya yang bisa menolong Tuti," ujar Titi.

Titi juga menjelaskan dia akan merelakan harga dirinya demi anak pertamanya bisa terbebas dari hukuman mati.

"Saya janji, kalau saya bisa ketemu saya mau sujud dikakinya, saya mau memohon, saya mau minta maaf, saya minta Tuti dibebaskan," tambahnya.

Tak hanya itu Titi juga mengatakan dirinya tidak akan malu.

"Saya enggak mungkin malu, saya ikhlas," jelas Titi.

Popular posts from this blog

Tertangkap Kamera Sedang Main Mobile Legends Saat Akad Nikah, Foto Pria Ini Viral di Medsos!

Akad merupakan acara yang paling sakral dalam proses pernikahan. Pasalnya, di acara itulah pasangan kekasih bisa diresmikan menjadi suami-istri. Saking pentingnya, tidak sedikit dari calon suami yang grogi menjelang akad nikah. Nah, beberapa hari terakhir, beredar sebuah foto viral di media sosial tentang akad nikah. Foto itu diunggah oleh akun Facebook Siakapkeli pada hari Rabu (28/3/2018) kemarin. Dalam foto itu, terlihat mempelai pria sudah siap menggunakan pakaian untuk prosesi akad nikah. Uniknya, pria tersebut memegang ponselnya dan memainkan game Mobile Legends di acara tersebut. Sontak, berbagai tanggapan dari warganet muncul. Ada yang menghujatnya, ada juga yang memberikan komentar positif. Nah, dari berbagai komentar netizen, ada satu yang menyita perhatian. Netter tersebut mengaku tahu identitas pria yang memainkan game Mobile Legends di acara tersebut. Warganet itu mengaku bahwa pria dalam foto merupakan adik iparnya. Walau pria tersebut bermain Mobile Legends di akad nikah...

Rekaman Video Tunjukkan Momen Unik Iriana Jokowi, Netter Mendadak Kagum

Libur panjang akhir pekan ini dimanfaatkan Presiden Joko Widodo untuk berkumpul bersama keluarga di Solo, Jawa Tengah. Suasana kebersamaan itu diunggah Presiden Jokowi dalam akun Instagramnya, Jumat (30/3/2018) saat mereka menyantap soto di kawasan Pasar Kliwon. Momen itu juga dibagikan di akun Facebook Presiden Joko Widodo. Dalam postingan itu ayah dari Kaesang Pangarep ini mengaku telah menjadi pelanggan soto itu sejak lama. "Kedai Soto Gading sudah berdiri sejak lebih 40 tahun lalu di daerah Pasar Kliwon, Solo. Saya sendiri sudah lama menjadi pelanggannya. Libur panjang akhir pekan ini saya bersama keluarga kembali menikmati hidangan Kedai Soto Gading. Selamat menikmati akhir pekan yang panjang bersama keluarga, hati-hati di jalan bagi yang bepergian." caption dalam unggahan mantan Gubernur DKI Jakarta ini. Banyak momen menarik yang tergambar dari kebersamaan itu, termasuk tingkah lucu cucu pertama Jokowi, Jan Ethes Srinarendra. Namun, ada lagi satu pemandangan tak biasa y...

Balita di Chicago Jatuh dan Pingsan di Kandang Gorila, yang Terjadi Selanjutnya Mengejutkan Publik

Hewan bertindak berdasarkan naluri mereka. Meskipun mereka tidak memiliki kapasitas intelektual seperti manusia, namun tetap memiliki rasa cinta dan kepedulian. Ini adalah cerita tentang bagaimana gorila seberat 68 kg menyelamatkan bocah kecil yang tak berdaya yang jatuh ke dalam lubang gorila. Dari laman en.goodtimes.my, pada 16 Agustus 1996, sekelompok turis menyaksikan pemandangan yang tak terlupakan di Brookfield Zoo, Chicago, Amerika Serikat. Sekarang, lebih dari 20 tahun kemudian, insiden tersebut masih dibicarakan ketika pengunjung pergi ke kebun binatang. Penduduk setempat akan ingat bagaimana gorila 68 kg bernama Binti Jua menyelamatkan seorang anak laki-laki ketika jatuh ke kandang gorila. Tak perlu dikatakan, gorila itu bertindak berdasarkan naluri keibuannya. Kerumunan pengunjung tampak ngeri ketika seorang anak berusia 3 tahun jatuh setinggi 4,5 meter ke kandang gorila. Anak lelaki itu entah bagaimana tergelincir setelah memanjat melewati penghalang yang memisahkan pengunj...